Seekor bangau yang baru saja tiba dari tanah seberang menerima undangan makan malam dari rubah. Rubah memberinya hidangan sup encer yang diletakkannya diatas sebidang marmer yang pipih. Terang saja si bangau yang berparuh panjang dan sedang kelaparan itu tak bisa menikmati hidangannya.
Sebagai balasan undangan si rubah, dalam makan malam selanjutnya bangau menghidangkan daging cincang yang ditaruh dalam cangkang kura-kura. Tentu saja dengan mudah hidangan itu dilalapnya dengan paruhnya yang panjang, sementara sang tamu tersiksa kelaparan karena tak bisa menikmati makanan yang ada.
“Kamu yang memberi contoh,” ujar bangau, “jadi mestinya kau tak berkeberatan jika aku menirumu.”
Aturannya adalah: jika tidak suka diperlakukan seenaknya oleh orang lain, hargailah orang lain.
hehehe…bagus ceritanya…
Ya… udah kalo begitu si bango dan si rubah kalo saling ngundang lagi, ya bawa piring sendiri2, jikalau perlu bawa makanan sendiri yang lebih afdol! huehehe….
he..he… bagus ceritanya
selanjutnya cerita nikmatnya di ranjang
Ini satu lagi blog unik. Menginspirasi orang lewat fabel. Kreatif, kreatif! Aku sebetulnya ingin kenalan dg sang blogger. Tp kucari2, kok nggak ada page ttg blogger ya