Archive for September, 2008

Nikmatnya Balas Dendam

Seekor bangau yang baru saja tiba dari tanah seberang menerima undangan makan malam dari rubah. Rubah memberinya hidangan sup encer yang diletakkannya diatas sebidang marmer yang pipih. Terang saja si bangau yang berparuh panjang dan sedang kelaparan itu tak bisa menikmati hidangannya.
Sebagai balasan undangan si rubah, dalam makan malam selanjutnya bangau menghidangkan daging cincang yang ditaruh dalam cangkang kura-kura. Tentu saja dengan mudah hidangan itu dilalapnya dengan paruhnya yang panjang, sementara sang tamu tersiksa kelaparan karena tak bisa menikmati makanan yang ada.
“Kamu yang memberi contoh,” ujar bangau, “jadi mestinya kau tak berkeberatan jika aku menirumu.”

Aturannya adalah: jika tidak suka diperlakukan seenaknya oleh orang lain, hargailah orang lain.

Keledai Berbulu Singa

Seekor keledai berpura-pura jadi singa dengan mengenakan kulit singa mati dan mulai mondar-mandir menakuti semua binatang.
Bertemu rubah, dia mencoba menakutinya seperti yang lain. Tetapi rubah telah mengetahui muslihat dan mendengar suara ringkiknya.
“Bener Loh,” ujarnya, “aku akan takut setengah mati andai saja tak mendengar suaramu itu.”

Orang bodoh yang ingin terlihat lebih pintar, karena banyak bicara, sering terpeleset hingga membuka kebodohannya sendiri.

Balasan

Sebuah tulang telah menyangkut di tenggorokan seekor serigala. Dia mondar mandir kebingungan mencari siapapun yang bisa mengambil tulang yang menyangkut itu.
Bertemu dengan seekor bangau, serigala kemudian menawarkan suatu imbalan jika paruh panjang itu mau mengambil tulang tersebut. Si bangau kemudian memasukkan paruh dan kepalanya ke dalam mulut serigala untuk menarik tulang itu, dan kemudian dia menagih janji imbalan pada si serigala.
“Kawan,” ujar serigala. “Tidak puaskah kau bisa selamat mengeluarkan kepalamu dari mulut seekor serigala, hingga kau juga harus mendapatkan upah pula?”

Saat seseorang melayani orang jahat, satu-satunya yang bisa diharapkan adalah bahwa si jahat tidak akan menambahkan kehancuran pada rasa ketidakterimakasihannya.

Perlu Kekuatan Untuk Ditakuti

Saat kelinci berpidato dalam suatu pertemuan umum dan mengatakan bahwa semua kaum binatang harus mendapat bagian yang sama, seekor singa menyahut, “Pidato bagus kuping panjang. Tetapi sayang, kurang taring dan cakar.

Next Page »